Slide background

Konsep talent management dikembangkan oleh konsultan ternama di dunia, McKinsey Consulting Group pada tahun 1998 (Ford, et al., 2011). Konsep ini kemudian diadopsi oleh berbagai perusahaan. Saat ini, talent management juga dikenal dengan nama HCM (Human Capital Management), HRIS (HR Information Systems) atau HRMS (HR Management Systems).

Definisi mengenai talent management pun begitu beragam. Diantaranya, Thomas dan Raghavan (2011) serta Cappeli (2008) menjelaskan talent management sebagai satu pendekatan inovatif untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi. Selain itu, talent management berisi model kompetensi organisasi yang dikembangkan dan disesuaikan dengan tuntutan business value dan strategi bisnis (NedaMottaghiGolshan & Omar, 2011). 

 

Tapi pada intinya, talent management berbicara mengenai bagaimana perusahaan mengenali (mengidentifikasi), menarik (attract), mengembangkan dan mempertahankan talent untuk membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya.

Human Aset Value menjadi salah satu model dalam memfasilitasi kegiatan pengelolaan talent diperusahaan. Berdasarkan hasil asesmen kompetensi, karyawan dipetakan kompetensi dan potensinya untuk kemudian menjadi data signifikan dalam penyusunan program pengembangan yang dibutuhkan.

Salahsatu upaya pengembayang yang dapat dilakukan kepada karyawan adalah dengan pemberian Training dan Development.

Secara khusus, Andrew F. Sikula (1976) menjelaskan definisi Training and Development, yakni :

  1. Pelatihan (Training) adalah proses pendidikan jangka pendek dengan menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisir sehingga karyawan operasional belajar pengetahuan teknik pengerjaan dan keahlian untuk tujuan tertentu.
  2. Pengembangan (development) merupakan proses pendidikan jangka panjang yang mengacu pada masalah staf dan personel dengan menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisir sehingga tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.

Pengertian Training and Development menurut Randall S. Schuler (1998) :
“Employee training and development is any attempt to improve current or future employee performance by increasing an employee’s ability to perform”

Tujuan utama dari pelatihan dan pengembangan adalah untuk meningkatkan produktivitas organisasi/perusahaan melalui berbagai kegiatan diantaranya:

  1. Mengembangkan pengetahuan, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional.
  2. Mengembangkan keterampilan atau keahlian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efektif.

Penyusunan materi tailormade disesuaikan dengan kebutuhan dan target yang akan dicapai menjadi nilai tambah dalam penyajian pelatihan yang diselenggarakan. Kami pun senantiasa mengembangkan modul yang sesuai dengan tren dan perkembangan jaman (kekinian).