Slide background
 

Organization Development atau disebut juga dengan pengembangan organisasi didefinisikan sebagai proses untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan kesejahteraan anggotanya melalui intervensi (keterlibatan) terencana, yang diterapkan menggunakan konsep behavioral science, yaitu menggunakan pendekatan yang berhubungan dengan subjek tindakan / perilaku manusia (Werner & DeSimone, 2011).

Definisi dijelaskan juga oleh Griffin dan Moorhead (2013), organization development merupakan proses perubahan terencana dan kemajuan organisasi melalui aplikasi pengetahuan dari ilmu tingkah laku (behavioral science). Griffin dan Moorhead menambahkan tiga poin utama dalam pengembangan organisasi, yaitu:

  1. Pengembangan organisasi melibatkan usaha untuk merencanakan perubahan organisasi.
  2. Tujuan spesifik dari pengembangan organisasi adalah untuk memajukan organisasi.
  3. Kemajuan terencana harus didasarkan pada pengetahuan dari ilmu tingkah laku (behavioral science) seperti perilaku organisasi, psikologi, sosiologi, dll.

Kegiatan pengembangan organisasi yang dilakukan diawali dengan Penyusunana Bisnis Proses, Pengembangan Struktur Organisasi yang sejalan dengan kondisi Bisnis saat ini dan prediksi serta target di 5-10 tahun mendatang, hingga Analisa Jabatan sebagai dasar penyusunan Job Description dan kegiatan Job Evaluation. 

Penggunaan metode Job Evaluation yang beragam (FES, MERCER, HAY) menjadi alternative pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Bobot setiap jabatan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk membangun Grading System yang kemudian dapat dikembangkan hingga penyusunan Salary Structure.

Key Performance Indicator ; menjadi alat evaluasi kinerja yang cukup valid jika disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang ditetapkan serta merupakan turunan dari target perusahaan secara umum. Karenanya KPI selalu berkesinambungan dan terintegrasi baik diantara unit kerja maupun antar jabatan. Tidak semua perusahaan menetapkan KPI sebagai alat evaluasi kinerja, karenanya pengembangan metode evaluasi kinerja pun selalu mengacu pada situasi dan kondisi perusahaan.